Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Friday, October 29, 2010

Sisa tenaga masih ada, gempa boleh berulang pada 8,8 SR

Padang, Sumatra: Aktiviti gempa dipastikan akan menimbulkan gempa di daerah lain, kerana pergeseran satu plat tektonik akan mencetuskan plat lain menyesuaikan diri.

"Hanya saja waktunya tidak boleh dijangka, bisa dalam hitungan jam, boleh juga sampai tahunan. Bergantung keseimbangan energinya," kata pakar kebumian ITB Hasanuddin Abidin.

Penjelasan yang sama disampaikan Timbalan Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Hery Harjono. Dia menilai gempa 7,7 skala Richter di Mentawai adalah lanjutan pelepasan tenaga dari gempa di Bengkulu tahun 2007.

Rentetan plat bumi yang belum melepaskan tenaga berada di Pulau Siberut hingga Pulau Pagai Utara. "Tenaga masih tersisa disitu, ini yang akan berpotensi menimbulkan gempa hingga 8,8 skala Richter," ujarnya di kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terakhir.

Potensi gempa 8,8 skala Richter tidak boleh diramal masa dan tempatnya, kerana ada tenaga yang disimpan oleh masing-masing plat tektonik. "Kita hanya boleh meramalkan plat yang berpotensi terpengaruh, tapi tidak bisa memastikan masa dan lokasi gempa bumi besar akan berlaku," tuturnya

Read More...

Tsunami: Kematian meningkat ke 394, gerakan mencari diteruskan

Padang, Sumatra: Hingga hari ini, Jumat (29/10/2010), pasukan dari TNI, Polri, dan beberapa agensi lain terus berusaha mencari korban hilang dan tewas. Sebelum masuknya pasukan tersebut, jenazah warga korban ditempatkan di pinggir jalan.

Hingga pagi ini (29/10/2010), jumlah korban tewas yang sudah dijumpai mencapai 394 orang, hilang 312 orang, luka berat 267 orang, luka ringan 142 orang dan mengungsi 12.865 orang.

Danrem 032 Wirabraja Kolonel Inf Mulyono mengatakan, saat ini jumlah personel TNI yang berada di Mentawai telah mencapai 300 orang. Semua anggota TNI itu telah disebar ke semua tempat yang dihentam tsunami.

"Anggota TNI yang masuk telah mula melakukan evakuasi, dan membantu warga mencari sanak keluarga mereka yang belum dijumpai. Beberapa jenazah yang ditemui kelmarin, kebanyakan di pinggir pantai dan tersangkut di dalam hutan," ujar Mulyono.

Di tempat sama, Kapolda Sumbar Brigjen Andayono mengatakan, anggotanya juga telah masuk ke Mentawai. Jumlah angota polis yang telah masuk hampir sama dengan jumlah anggota TNI yang berada di Mentawai. "Nantinya mereka akan bergabung dengan anggota TNI untuk membantu warga dan mencari korban yang dinyatakan hilang," ujar Andayono.

Read More...

Ribuan warga pelarian ke perbukitan

Sekitar 24.341 warga Kabupaten Kepulaun Mentawai, terpaksa mengungsi dan masih menunggu bantuan. Kebanyakan dari warga yang rumahnya telah hancur, masih tinggal diperbukitan.

Selama tinggal diperbukitan, mereka terpaksa makan buah-buahan dan umbi-umbian. Saat bantuan datang dan masuk ke wilayah mereka, mereka baru boleh mendapatkan mie instan, dan biscuit, serta makanan yang lain.

Bantuan yang mereka terima itu, terlihat tidak seimbang dengan keperluan mereka. Warga yang mengungsi, sangat mengaharapkan adanya air bersih, walaupun mereka berharap, namun air bersih yang mereka tunggu belum boleh masuk ke kawasan mereka, kerana tingginya gelombang dan angin kencang.

Pantau Padang Ekspres di Kecamatan Pagai Selatan Dusun Puraurougat, yang dikunjungi sekitar pukul 09.00 WIB kemarin (28/10) puluhan warga yang selamat berbondong-bondong turun dari perbukitan. Setiap warga yang turun, seakan tidak percaya desa yang telah lama mereka tempati luluh lantak.

Desa yang diterjang ombak setinggi lapan meter tersebut, tidak menyisakan satu rumah wargapun. Ombak yang disertai dengan batu karang, itu menghancurkan ratusan rumah warga. (*)

"Yang kami dengar hanya deruman, lima belas minit selepas gempa berlalu. Kami tidak menyangka bahawa itu Tsunami, saat mendengar deruman semakin kuat, dari warga ada yang menyelamatkan diri naik pohon kelapa, dan sebagai lari ke perbukitan," ujar Rusmi, 34, terakhir (28/10).

Ditambah Rusmi, gelombang datang sekitar pukul 21.00 WIB, kerana terlalu malam banyak juga warga yang sedang tidur. Umumnya warga yang tidur itulah yang menjadi korban, dan tidak boleh diselematakan. Di dusun itu, dianggarkan sekitar 100 meter batu-batu karang, yang terbawa ombak terlihat diatas puing-puing perumahan warga, yang telah hancur. Saat warga turun dari bukit, malah ada yang histeris sambil mengumpulkan pakaian mereka yang masih boleh digunakan.

"Di Dusun kami sekitar 30 orang warga tewas, dari 30 orang yang tewas itu sekitar 20 orang telah dijumpai tersangkut. Semua yang ditemui telah kami kubur, di dalam kubur masal," jelas Rusmi.

Read More...

Letupan Merapi tak Berkaitan Gempa Mentawai

Meski terjadi hampir bersamaan, gempa di Mentawai undian tidak berkaitan dengan aktiviti gunung Merapi di Jawa Tengah. Selain letaknya yang jauh, aktiviti Merapi berkaitan kitaran gunung berapi empat tahunan, sementara gempa di Mentawai berkaitan pergeseran lempeng tektonik.

"Terlalu spekulatif kalau disimpulkan ada berkaitan satu dengan yang lain. Kalau misalnya gempa Mentawai mencetuskan aktiviti vulkanis, mengapa gunung Talang atau Anak Krakatau yang lebih dekat dengan Mentawai tidak meletus lebih dulu," kata pakar kebumian ITB Hasanuddin Abidin ketika dihubungi tadi malam, 28 Oktober.

Bukti yang lain, ketika terjadi gempa bumi besar yang berpusat di Bantul pada 2006, tidak berlaku peningkatan aktiviti vulkanis pada Merapi. "Mungkin hanya kebetulan saja kalau waktunya berdekatan," tuturnya.

Hasanuddin menjelaskan, aktiviti gunung berapi satu gunung berapi boleh saja mencetuskan aktiviti gunung api lain yang masih aktif. Misalnya aktiviti Merapi akan mencetuskan aktiviti gunung Semeru. Ini disebabkan ada paip besar yang menghubungkan dapur magma kedua gunung aktif tersebut.

Read More...

Thursday, October 28, 2010

Semangat luar biasa, dua pemuda Afrika naik haji kayuh basikal

Semangat dua pemuda Muslim asal Afrika Selatan untuk menunaikan rukun Islam ke-5 patut dicontohi. Mereka menempuh perjalanan dari Afrika Selatan ke tanah suci dengan menunggang basikal. Percaya atau tidak?

Ternyata, kedua pemuda itu kini sudah berada di tanah suci. Nathim Caimcross, 28 dan Imtiyaz Ahmad Harun, 25, mendedahkan kegembiraannya setelah masuk ke kota Tabuk, sempadan negara Saudi. "Akhirnya kami boleh mewujudkan impian kami menunaikan ibadah haji," kata keduanya.

Caimcross, yang bekerja di bahagian tata kota di Cape Town mendedahkan, menunggang basikal dari Cape Town ke Arab Saudi tentu sahaja sangat melelahkan. "Tapi kami memilih berangkat haji dengan cara ini agar kami benar-benar merasakan pengalaman suka duka menjalankan ibadah haji," ujarnya.

Caimcross dan Harun berangkat dari Afrika Selatan pada 7 Februari. Mereka berbasikal menyusuri negara Afrika, seperti Bostwana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Tanzania, Kenya, Turki, Syria dan Jordan untuk mencapai sempadan Arab Saudi.

"Ini haji pertama kami. Kami boleh saja menggunakan pesawat tapi ini adalah impian kami, untuk berangkat haji dengan cara berbeza. Kami memilih basikal, kerana kami berdua memang hobi berbasikal," ujar Caimcross.

Setiap hari, kedua pemuda itu berbasikal sejauh 80 hingga 100 kilometer. Mereka berehat di masjid atau mendirikan kemah pada malam hari, kemudian meneruskan perjalanan selesai salat Subuh. Selama dalam perjalanan mereka bertemu dengan banyak orang yang membantu dan bersikap baik kepada mereka.

"Di setiap tempat yang kami lewati, mereka memberikan sambutan dan mereka antusias ketika tahu bahawa kami sedang dalam perjalanan untuk menunaikan ibadah haji. Soal makanan, tak ada masalah kerana ramai orang yang menawari kami makanan," tutur Caimcross.

Selama perjalanan, mereka kadang melewati medan yang sulit berupa pegunungan yang memerlukan tenaga tambahan untuk mengayuh pedal basikal. Kendala lain adalah bahasa. "Begitu kami masuk ke negara Arab, kami menggunakan bahasa Arab terutama ketika kami melewati Syria dan Jordan," masih kata Caimcross.

"Masyarakat di sana juga antusias begitu tahu kami melakukan perjalanan ini untuk impian kami menunaikan ibadah haji," sambungnya.

Caimcross juga mengungkapkan rasa terharunya kerana banyak orang yang menawarkan bantuan berupa wang dan memberikan apa yang mereka perlukan, kerana keduanya cuma memiliki anggaran sedikit untuk kos haji.

Secara keseluruhan Caimcross dan Harun melakukan perjalanan selama hampir 9 bulan, melewati 9 negara, dan selama perjalanan mereka tidak mengalami persoalan serius. "Paling cuma menukar tayar dan membetulkan rantai pedal, itu yang sering kami lakukan," ujar kedua pemuda itu.

Caimcross berkata, melakukan perjalanan haji berbasikal memberikan mereka banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan semua orang daripada pelbagai negara. "Kami juga boleh sambil berdakwah, terutama apabila kami berehat pada malam hari."

Caimcross dan Harun adalah mahasiswa jurusan syariah Islam. Caimcross punya keahlian dalam bidang perancangan bandar kerana ia pernah ikut latihan dan sekarang bekerja di sebuah syarikat pembinaan. Sedangkan Harun pernah kuliah di jurusan ekonomi.

Keduanya belum berkahwin dan hobi berolahraga. Caimcross senang surfing di laut dan Harun lebih suka tinju dan naik gunung. Setelah melaksanakan haji, mereka akan kembali ke Cape Town, Afrika Selatan juga dengan basikal, melintasi kawasan Afrika Barat. Amat luar biasa! semangat mereka (Ln / AN)

Read More...

Padang! ... hancur

Pandangan udara sebuah desa yang hancur dua hari setelah tsunami menghantam Pulau Pagai, Kepulauan Mentawai, Sumbar, Rabu (27/10). Badan Penangulangan Bencana Daerah Sumbar menyebutkan korban tewas 311 orang sedangkan jumlah warga dilaporkan hilang 411 orang, korban luka berat tercatat 77 orang dan luka ringan 25 orang. (Foto Setwapres)

Read More...

Video langit terbelah di Padang dan Yogjakarta

Persitiwa fenomena alam kembali terjadi setelah hebohnya video amati langit terbelah yang dimuat naik ke Youtube. Fenomena alam ini terjadi di dua tempat dan sudah berlangsung agak lama.

Kejadian pertama di Kota Besar Padang pada tarikh 14 Mac 2010 sedang di Yogjakarta pada 11 Jun, 2010. Ketika itu langit dalam keadaan cerah dan nampak terbelah dengan garis pembatas seperti awan berwarna biru langit. Sangat indah seperti hamparan permaidani.

Merebaknya pemberitaan tentang kejadian alam tersebut membuat masyarakat Padang dan Yogjakarta dilanda cemas ketika kemudian dihubungkan dengan peristiwa gempa bumi yang terjadi di dua tempat tersebut.

Menurut maklumat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG) fenomena langit terbelah boleh terjadi pada bila-bila sahaja dan tidak boleh diramal.

Sedangkan menurut penyelidik di Pusat Sains Atmosfera dan Iklim, Thomas Djamludin mengatakan bahawa fenomena alam tersebut merupakan kejadian alam yang disebut sebagai dark crepuscular.

Hal tersebut terjadi dalam keadaan langit terang namun terdapat garis jelas. Garis gelap itu sendiri terjadi akibat padat besar yang menghalang radiasi cahaya.

Read More...

Mangsa ditemui tersangkut di pohon dan dalam air

Data yang dihimpun di posko bencana di Sikakap menyebutkan, di antara 33 dusun di Mentawai yang dihantam tsunami, banyak yang belum melaporkan keadaan mereka.

Kawasan yang paling teruk terhantam tsunami adalah Kecamatan Pagai Utara, tepatnya Dusun Sabeu Gunggung.

Sebanyak 68 warga di sana tewas dan telah dikuburkan. Sekitar 160 lainnya hilang dan masih dicari.

Dari maklumat masyarakat sekitar, ada tiga dusun di sana yang hilang atau rata dengan tanah. Ratusan warganya belum dijumpai. Korban luka berat dan ringan dibawa dengan perahu kecil ke Sikakap untuk dirawat. Namun, karena keterbatasan jumlah pasukan perubatan, puluhan pesakit dirawat seadanya dalam khemah kecemasan.

Jeri, 26, ahli pasukan SAR, mengatakan bahawa kebanyakan warga yang tewas ditemui tersangkut di pohon dan di dalam air. Mereka tewas kerana terhimpit pohon dan rumah yang diterjang tsunami. "Kami langsung menguburkan warga yang tewas kerana jenazahnya sudah berbau," katanya. - Padang Ekspres - Foto Reuters

Read More...

Mangsa terbunuh tsunami mencapai 311 orang

Jumlah korban gempa berkekuatan 7,2 skala Richter (SR), yang disusuli tsunami pada Isnin malam lalu (25/10), di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), terus bertambah.

Laporan Padang Ekspres (kumpulan Padang-Today.Com), data di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar tadi malam (27/10) menyebutkan bahawa korban tewas mencapai 311, 412 hilang, dan 15 luka berat. Lebih dari 4 ribu warga mengungsi.

"Masih banyak warga yang belum ditemukan. Saat ini kami masih mencari para korban yang hilang. Mereka boleh saja terkubur runtuhan, tersapu ke laut, atau mungkin menyelamatkan diri ke perbukitan," kata Ade Edward dari BPBD Sumbar.

Dia mengungkapkan, jenazah para korban terakhir ditemui di Pagai Selatan, Pagai Utara, Sikakap, dan Sipora Selatan. Korban terbanyak dievakuasi dari Pagai Selatan. "Kami juga menemui belasan warga yang mengalami luka-luka serius seperti patah di beberapa bahagian tubuh mereka," tuturnya. (Foto: AFP / aljazeera)

Read More...

Ubah pemerintah secara keseluruhan jika mahu tangani penyelewengan wang zakat

Selepas NGO Islam mengajar pemerintah yang mahu buat hub kelab malam, nanti tunggu pilihan raya umum akan datang, kali ini bekas mufti Perlis, Dr Mohd Asri Zainal Abidin pula berpendapat, merubah pemerintahan secara keseluruhan mungkin satu percubaan yang boleh dibuat dalam membaiki keadaan tersebut.

"Itu pun jika pasukan kerajaan baru mempunyai pemikiran yang bersih, jujur dan terbuka. Jika tidak, hal yang sama akan berulang," tambahnya lagi.

Beliau berkata demikian mengulas penyelewengan agensi Islam yang mengawal wang zakat. Laporan Malaysiakini, Dr Asri: 'Hantu' mana curi wang zakat kita?

Ekoran laporan audit berhubung perbelanjaan dan pelupusan eset Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) Isnin lalu didakwa 'mengesahkan' wujudnya perkara yang tidak kena dalam pengurusan harta dan kewangan badan-badan agama di negara.

Bekas mufti Perlis Dr Mohd Asri Zainul Abidin (kiri) berkata, laporan Jabatan Audit Negara - antaranya menyatakan hasrat MAIWP melupuskan 70 penghawa dingin yang masih baik - memerlukan penjelasan dan jawapan sejauh mana ketepatannya.

"Ya, itu telah mengundang rasa tidak puas sesetengah pihak. Namun, kita terpaksa nyatakan.

"Apa tidaknya, berbilion wang zakat dan selainnya diperuntukkan untuk umat Islam, tetapi keadaan yang kita lihat terus menyayat hati, sehingga ada keluarga yang terpaksa hidup di bawah jambatan di KL seperti yang dilaporkan media baru-baru ini.

"Ke mana pergi segala peruntukan ini?" soal pensyarah agama di Universiti Sains Malaysia (USM) itu.

Menurut Laporan Ketua Audit Negara Tahun 2009 yang dikeluarkan Isnin lalu, 70 unit penghawa dingin itu tiada disenaraikan dalam Laporan Lembaga Pemeriksa tetapi pengurusan MAIWP mencadangkannya untuk pelupusan.

Miskin terus merempat

Selain itu, semasa perpindahan ibu pejabat MAIWP pada Februari 2008, sebanyak 348 aset alih bernilai RM136,265 seperti kelengkapan pejabat, perabot dan penghawa dingin ditinggalkan.

Penemuan lain melibatkan kes pembelian barangan hampir RM80,000 yang tidak digunakan, kehilangan aset bernilai RM45,789 serta pembelian minyak yang meragukan dan melebihi kapasiti tangki.

Dalam satu kenyataan awal petang ini, Dr Mohd Asri berkata, pendedahan audit itu amat menghairankan kerana ketika ratusan juta ringgit wang zakat dipungut, si miskin terus menderita dan merempat.

"Hantu manakah yang mencuri atau menipu wang zakat kita, sehingga yang berhak tidak memperolehinya? Tangan-tangan siapakah gerangan? Jembalang di hutan, atau lebai berserban?

"Yang menggunakan nama syaitan, atau yang menggunakan nama Tuhan? Akhirnya wang umat Islam ketirisan dan kecurian," katanya dengan nada sinis.

Sehubungan itu, tokoh ulama yang terkenal dengan kelantangannya itu berkata, fungsi zakat perlu dimuhasabah semula sejauh mana kejujuran, kesungguhan dan ketelusan pengurusan zakat yang sepatutnya telah lama membangunkan umat Islam.

Ambil kesempatan asnaf amilin

"Apa yang berlaku di Wilayah Persekutuan adalah isu (yang) didedahkan. Kita tidak tahu bagaimana keadaan pengurusan kewangan umat Islam di negeri-negeri lain.

"Apa yang kita pasti laporan kemiskinan yang menyayat hati terus wujud di pelbagai negeri, sementara kemewahan PUZ (Pusat Urus Zakat) juga ternyata (berlaku) di pelbagai negeri.

"Adakah wujud kesungguhan untuk mereka membaiki keadaan umat Islam? Atau jangan sampai ada mereka yang mengambil kesempatan atas nama asnaf amilin (petugas zakat), sedang tugasan tidak setara mana, tapi habuan yang diambil berlebihan," kata Dr Mohd Asri.

Menurut beliau, kewujudan kes seperti itu mengikis keyakinan rakyat terhadap pengurusan atau integriti "institusi-institusi yang berjenama agama".

"Ia akan menyebabkan rakyat berfikir mereka tidak patut menyerahkan urusan agama kepada institusi-institusi ini yang sentiasa terdedah kepada pelbagai persoalan yang meragukan," katanya.

Sehubungan itu, Dr Mohd Asri berpendapat, perubah pemerintahan secara keseluruhan mungkin satu percubaan yang boleh dibuat dalam membaiki keadaan tersebut.

"Itu pun jika pasukan kerajaan baru mempunyai pemikiran yang bersih, jujur dan terbuka. Jika tidak, hal yang sama akan berulang," tambahnya lagi.

Read More...

Jaringan

  © Blogger template AutumnFall by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP